Udah Lakukan Banyak Trik Biar Badan Kurus tapi Masih Gagal? Ternyata ini Penyebabnya

Wednesday, May 3rd 2017 - Beauty & Health

PESTADISKON, JAKARTA - Bagi sebagian orang, termasuk gue, adalah orang yang sering dirundung sama masalah berat badan yang gak kunjung turun, entah pake cara yang unyu – unyu macem diet yang gak makan nasi dan makanan yang berjenis fast food lainnya.

Sampe ngelakuin hal yang laki banget macam binaragawan di pusat kebugaran atau fitness. Tapi ujung – ujungnya balik lagi ke ukuran badan semula, atau malah bahkan jadi lebih melar setelah gak rutin fitness lagi.

Tapi pernah gak sih lo liat temen lo yang gak pernah milih makanan alias rakus, tapi masih keliatan segitu – gitu aja ukuran badannya. Itulah yang kadang – kadang bagi sebagian kita yang kegemukan bikin iri sama temen kita yang makan apa aja tapi masih bisa normal berat badannya.
Tapi lo tau gak sih, ada penyebab alamiah yang gak lo tau yang sebenarnya mempengaruhi berat badan lo? Ternyata gini guys, ada kondisi badan yang berbeda – beda yang mempengaruhi metabolisme badan lo yang muaranya kepada berat badan dan size badan lo juga.

Mau tau apa aja faktor yang bikin badan lo cepet melar atau tetep aja gak nambah atau kurang walau udah makan banyak?

Gaya hidup dan aktivitas


Banyak yang mengeluhkan berat badan gak turun padahal udah diet dan mengurangi porsi makan, tapi masih aja tetep berat badannya, atau bahkan jadi nambah. Terus kenapa bisa gitu? Jadi, kalo lo diet tapi gak dibarengi sama aktivitas yang positif. Gak usah terlalu berat kok, kaya Kamu bersih – bersih rumah itu juga udah termasuk beraktivitas kok. Jadi kalo Kamu udah diet dan makan – makanan sehat, jangan lupa diimbangi sama aktivitas yang positif juga ya.

Hipotiroid


Hipotiroid adalah kadar hormon yang mempengaruhi energi Kamu dalam beraktivitas. Jadi saat Kamu kekurangan hormon ini badan Kamu akan terasa lemas, kulit kering, mudah merasa dingin, dan sembelit. Jadi, rendahnya kadar tiroid ini yang akan membuat Kamu semakin gemuk. Jika Kamu merasa sudah melakukan segala daya dan upaya untuk menurunkan berat badan, mungkin salah satu faktornya adalah hormon ini. karena itu, coba cek ke dokter ya untuk mengetahui kadar hormon tiroid dalam tubuh Kamu ya, kalo perlu konsumsi makanan atau suplemen pendukung ya guys.

Stress


Ada dua tipe orang yang mengalami stress. Pertama adalah orang yang menjadi sangat down alias mau ngapain aja males, termasuk makan. So, Kamu termasuk ke golongan stress yang membuat badan Kamu kurus. Kedua adalah orang yang menjadi sangat aktif atau bisa dibilang jadi rakus sama semua makanan, ini dilakukan dengan dalih untuk menghilangkan stress. Tapi jangan salahin timbangan ya kalo ujung – ujungnya berat badan jadi nambah.

Jadi sebisa mungkin hindari stress ya guys, karena siapa tau saat lo stress, malah jadi “rajin” makan banyak. Dan satu lagi, saat lo stress, kadar hormon kortisol ini juga akan mempengaruhi seberapa cepat penyerapan dan pelepasan lemak di dalam tubuh lo masing – masing guys. Jadi hindari hal – hal yang bisa memicu stress ya guys.

Faktor genetik


Lo udah berbuat gaya buat nurunin berat badan tapi masih ga ada perubahan? Mungkin lo harus liat garis keturunan lo. Gini maksudnya, orang yang bertubuh gemuk, kemungkinan besar akan memiliki tubuh yang gemuk pula, jadi Kamu gemuk, Kamu bisa berkaca kepada orang tua kalian.

Dalam hal ini faktor genetik telah ikut campur menentukan jumlah unsur sel lemak dalam tubuh yang berjumlah besar melebihi ukuran normal, secara otomatis akan diturunkan kepada bayi yang selama ini di dalam kandungan. Tapi tidak setiap kasus selalu akan sama hasilnya, mungkin ada juga yang orang tuanya kurus tapi punya keturunan yang gemuk.

Bakteri Usus


Bacteroidetes dan Firmicutes adalah bakteri utama yang ada di dalam usus kita. Tugas dari kedua bakteri tersebut sangat berhubungan dengan penyerapan kalori yang kita terima dalam tubuh. Penelitian membuktikan bahwa tikus yang bertubuh gemuk memiliki lebih banyak firmicutes, sedangkan tikus bertubuh kurus memiliki banyak bacteroidetes.

Dalam kasus tersebut kita bisa simpulkan bahwa bakteri bacteroidetes lebih efektif dalam mengolah kalori makanan sehingga bisa diproses menjadi energi bagi tubuh, dan bakteri firmicutes adalah kebalikan dari bakteri bacteroidetes, dimana bakteri ini yang akan menghambat proses konversi dari kalori menjadi energi bagi tubuh kita. Cara untuk menghindarinya sebenarnya cukup gampang kok, Kamu hanya cukup kurangi makanan yang mengandung gula dan jangan lupa konsumsi probiotik secara teratur ya.

Pil KB


Hormon estrogen pada wanita memiliki tanggung jawab untuk pembentukan tubuh. Nah, di dalam pil KB tersebut mengandung hormon estrogen yang salah satu efek sampingnya adalah berat badan yang bertambah. Ini dikarenakan pil KB membuat tubuh Kamu menyimpan lebih banyak air dan juga memicu penumpukan lemak di tubuh. Terus gimana kalo udah terlanjur gemuk? sebaiknya Kamu hindari pemakaian pil KB dan pertimbangkan pemakaian alat kontrasepsi lainnya.

(DB/PD)


PESTADISKON, JAKARTA - Bagi sebagian orang, termasuk gue, adalah orang yang sering dirundung sama masalah berat badan yang gak kunjung turun. udah ngelakuin banyak trik tapi tetep gagal terus. lalu apa penyebabnya? ini dia faktor yang bikin kamu gemuk tan


Related Articles

Partners