Indonesia dan Produk KW Part 1

Friday, March 23rd 2018 - Supermarket

PESTADISKON, JAKARTA - Tinggal di Indonesia membuat kita familiar dengan keberadaan barang imitasi. Barang imitasi atau biasa kita sebut barang KW merupakan produk tiruan yang secara rupa mirip sekali dengan produk aslinya. Sebutan ‘KW’ itu sendiri berasal dari kata kualitas. Awalnya penyebutan KW ini berlaku untuk barang-barang asli yang cacat produksi kemudian diselundupkan dan dijual dengan harga murah.  Namun, lama kelamaan muncul pengusaha-pengusaha yang sengaja membuat dan memasarkan barang tiruan. Kemudian muncul istilah KW 1, KW 2, KW 3, KW Super, dan lain-lain. Istilah-istilah inilah yang kemudian menjadi jurus pamungkas penjual barang tiruan untuk menggaet customer.

 



Mayoritas barang yang jadi sasaran pemalsuan adalah barang dari merk dagang elit kelas atas, barang yang harganya cukup mahal, dan barang high-demand (permintaan tinggi). Oleh sebab itu, di kalangan pengusaha ada sebuah candaan, apabila barang produksimu belum ada yang meniru itu berarti belum sukses meraih pasar. Hal ini berkaca pada keadaan pasar Indonesia yang memiliki share-market barang tiruan yang amat tinggi. Menilik dari penelusuran redaksi tirto.id, kerugian akibat pemalsuan barang di Indonesia tahun 2014 mencapai 65,1 triliun rupiah, angka yang tidak kecil. Mengingat dari tahun ke tahun transaksi pembelian online meningkat drastis, penyebaran dari barang-barang KW ini juga semakin meluas.

 

Menurut tirto.id pemalsuan barang terbesar di Indonesia meliputi tinta untuk mesin cetak, pakaian, barang-barang kulit, software, kosmetik, makanan minuman, dan obat-obatan. Pastinya banyak dari antara kita merupakan konsumen dari benda-benda tersebut. Alasan mengapa orang-orang suka membeli barang KW, selain karena harganya murah, akses serta kemudahan menemukan barang KW membuat masyarakat kita membeli barang tersebut. Kondisi masyarakat kita yang menengah ke bawah juga menjadi salah satu faktor pendukung mengapa barang KW itu akan terus laku. Kurang pengetahuan dan pendidikan mengenai bahaya barang tiruan ikut andil dalam melestarikan praktek perdagangan ini.

 

Negara kita merupakan sasaran empuk para penyeludup barang abal-abal, undang-undang yang mengatur tentang keberadaan barang tiruan pun masih menjadi kontroversi. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan, Widodo, kepada redaksi Merdeka.com. Meskipun penindakan hukum untuk para pelaku bisnis barang KW belum sepenuhnya ditegakkan, namun sudah ada keseriusan dalam menghadapi gempuran berdagangan barang palsu yang diprakasai oleh Bareskrim Polri yang membentuk Satgas Pemberantasan Barang Palsu (kumparan.com).



Adakah cara untuk menghindari membeli produk KW? Sebenarnya kita sebagai konsumen memiliki banyak pilihan untuk mendapatkan barang asli dengan harga yang miring. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan diskon. Beberapa kali dalam satu tahun toko-toko resmi menggelar diskon besar-besaran atau cuci gudang, momen inilah yang dapat masyarakat manfaatkan untuk mendapatkan barang ori. Cara lain adalah membeli barang ori preloved atau second. Meski pernah dipakai orang, tapi barang tersebut asli dan harganya bahkan bisa berkurang separuhnya. Tawaran yang sangat menggiurkan.

 

Jika dirasa menunggu diskon terlalu lama atau kalian tidak menyukai barang habis pakai orang lain, mulai menyadari kemampuan finansial dan menyesuaikan gaya hidup adalah langkah yang sangat penting.  Mungkin kita tidak bisa membeli barang-barang mahal tersebut, namun kita bisa membeli barang sejenis dengan merk atau brand lain yang harganya lebih murah. Terkadang, barang produksi lokal pun punya kualitas yang sama baiknya. Semoga tips ini membantu. Mari kita, dimulai dari diri sendiri, mulai membatasi pembelian atau penggunaan barang-barang KW.

  

Tertipu Produk Tiruan? Bisa Dicegah!

Pernah kita mendengar kasus-kasus penipuan barang aspal (asli tapi palsu), entah terjadi di kalangan selebriti atau keluarga/teman-teman di sekitar kita. Banyak diantaranya tertipu karena pertama transaksi dilakukan secara online dan kedua kita tidak memiliki kesempatan untuk mengecek barang tersebut terlebih dahulu. Hal ini jelas sangat merugikan, oleh karena itu sebelum tertipu mari kita cermati beberapa hal berikut! Yuk kita menjadi smartshopper!




1. Ketahui dan Pahami Lokasi Pembelian

a.       Toko Fisik

Jika membeli barang branded di lokasi tertentu seperti Pasar Tanah Abang atau Mangga Dua, sudah rahasia umum jika barang-barang di situ KW. Maka kita pribadi tidak usah berharap terlalu tinggi bisa mendapatkan barang ori.  Pedagang menawarkan barang KW super? Katanya tidak terlihat seperti palsu. Barang KW, mau KW super pun tetap judulnya barang tiruan. Jika memang berniat membeli yang ori silakan mengunjungi toko resminya, bukan di pasar grosir.

b.      Toko Online

Kini marketplace e-commerce banyak sekali rupanya. Tetap berpegang pada marketplace yang terpercaya seperti Bukalapak, Shopee, Tokopedia, atau Elevenia. Keamanan terjamin baik untuk pembeli  dan juga penjual. Hampir seluruh marketplace memakai sistem rating untuk menilai penjual/toko yang bergabung dalam platform mereka. Sistem ini sangat membantu kita sebagai customer dalam menentukan mana penjual/toko yang bisa dipercaya mana yang tidak. Termasuk dalam melihat apakah penjual/toko tersebut menjual barang asli apa tidak. Kolom testimoni yang diisi oleh pembeli sebelumnya juga bisa jadi acuan. Beberapa platform juga menyediakan official store dari brand tertentu, jika pesan dari toko resmi ini terjamin keasliannya.

 

2.       Mengenali Produk yang akan Dibeli

Cari tahu harga pasarannya, spesifikasi, bahkan detail bentuk fisik barang tersebut. Jika ada teman/kerabat yang punya contohnya, alangkah baik apabila kita memfoto dan mengamatinya. Cara ini efektif untuk menghindari penipuan. Kita juga bisa memanfaatkan mesin pencarian seperti Google untuk mencari tahu tentang produk tersebut. Cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai produk yang akan dibeli. Jangan terlena dengan foto produk yang ditampilkan, bisa saja foto tersebut dicomot dari sumber lain.

 

3.       Waspada pada Harga Mencurigakan

Maksud mencurigakan di sini adalah harganya terlalu murah. Produk asli meski harganya agak miring tapi tetap dalam range harga standar, tidak terlalu jauh beda. Bisa saja lebih murah karena dijual paket, atau barang itu secondhand. Waspada apabila murahnya tidak masuk akal. Jangan mudah tergiur dengan iming-iming bonus dan harga promo, itu hanya taktik penjualan. Pergunakan teknologi dan lingkaran pertemanan untuk kroscek harga dan kebeneran promosi.

 

4.       Cermati Garansi Produk

Dalam setiap pembelian barang bergaransi seperti barang elektronik wajib menanyakan status garansi produk. Perlu diketahui jenis garansi apa yang diberikan, resmi atau toko. Kemudian, benefit apa saja yang didapatkan dari garansi tersebut, apakah hanya perbaikan atau bisa ditukar apabila ada kerusakan software. Produk elektonik selalu memiliki garansi, jadi bila tidak diberikan, bisa jadi produk tersebut palsu.


Sebenarnya membeli barang KW itu ada banyak kerugiannya loh. Simak highlight part 2 nya ya ^^

 



Related Articles

Partners