Mengulik Clothing dan Distro Di Indonesia

Friday, June 8th 2018 - Fashion

 

PESTADISKON, JAKARTA - Anak muda memang tidak bisa jauh dari kata fashion. Bagi mereka fashion adalah hal yang wajib diperhatikan dalam setiap penampilan mereka. Pilihan dalam mengembangkan fashion anak muda saat ini adalah dengan mulai menjamurnya distro-distro di Indonesia. Fashion merupakan istilah umum style yang populer dimasyarakat luas. Fashion menjadi kebutuhan masyarakat umum untuk digunakan dalam sehari-hari. Contohnya banyak orang yang membutuhkan pakaian, dari pakaian yang berkualitas (branded) maupun pakaian yang biasa-biasa saja. Tidak jarang orang membeli atau menggunakan pakaian yang branded.

 

Distro sudah menjadi sebuah fenomena baru yang hadir khususnya di kota-kota besar di Indonesia. Keberadaan distro menjadi sebuah trend setter untuk menghadirkan gaya tatanan busana ala remaja dengan segala macam keunikan yang hadir mengiringinya. Distro sendiri umumnya berisi kaos-kaos yang berasal dari perusahaan clothing. Lalu apa sih bedanya perusahaan clothing dan distro? Bagaimana sejarah keduanya hingga saat ini bisnis distro begitu berkembang?

 

Pada pertengahan tahun 1990, perkembangan perusahaan clothing, dan distro mulai mengalami puncaknya pada tahun 1996-1998. Masa itu adalah masa di mana distro yang menjual produk lokal mulai bermunculan. Adapun orang yang menjual kaos-kaos distro biasa dikenal dengan istilah vendor. Sekitar tahun 1996, berdirilah sebuah perusahaan clothing bernama “347” Broardrider.co yang kemudian disusul oleh kehadiran ‘Ouval Research’ setahunberikutnya. Pada tahun 1997 sampai 1998 makin bermunculan perusahaan clothing yaitu Harder, Airprplane, Monic, Two Clothes, No Labels. Patut untuk ditekankan di sini, meskipun jauh-jauh hari sebelumnya sudah banyak brand pakaian atau fashion tingkat lokal yang telah memulai usaha di beberapa daerah, tapi sebutan clothing dan distro ini baru saja diketahui di Indonesia ketika bersamaan populernya oleh brand atau merek-merek yang sudah ada.

 

Istilah clothing atau distro pun kemudian mengalami perkembangan yang signifikan. Distro menjadi tempat yang diminati karena adanya sesuatu yang unik dan menarik dari barang yang diproduksinya. Barang yang unik mampu membedakan mereka dengan yang lain. Secara keseluruhan perkembangan vendor distro di Indonesia tetap memberikan pengaruh positif bagi perkembangan trend dan fashion. Pengaruh yang positif ini pun mampu memberi sebuah motivasi tentang adanya independensi dalam mendirikan sebuah rasa usaha. Menariknya dari distro adalah, distro memiliki sifat eksklusif dalam menjual produk-produknya, sebab desain dari vendor yang unik dan membedakan dari kaos yang jual di toko-toko biasa membuat distro semakin dilirik oleh setiap anak muda yang ingin bergaya dengan fashion mereka.

 

Bisnis dalam bidang clothing atau distro memang akan selalu mengalami perkembangan. Bukan hanya desain produknya yang mengikuti perkembangan trend. Bahan dari kaos oleh sebuah distro diutamakan terbuat dari bahan yang berkualitas. Pemilihan kualitas ini memicu kenyamanan konsumen terhadap clothing. Clothing akan semakin dikenal dengan ciri khas mereka mulai dari bahan maupun dari segi desain yang terbatas. Perkembangan usaha perusahaan clothing dan distro selalu mengalami perkembangan dari masa ke masa dan memang tidak akan ada habisnya. Bagi anda yang ingin usaha, bisnis clothing dan vendor distro ini sangat cocok digunakan untuk usaha anda. Ada banyak peluang yang tidak akan purna habisnya seiring dengan kebutuhan sandang bagi kalangan muda, remaja dan dewasa. Clothing dan vendor distro dengan konsep yang menarik, bebeda dan unik akan menambah daya tarik tersendiri untuk setiap pengunjung usaha yang akan anda buka nantinya.

 

Menelik dari penelusuran bitebrands.com, ciri khas dari clothing brand lokal, yaitu jumlah atau kuantitas pakaian yang diproduksi secara terbatas. Artinya, desain yang telah terpakai dan terjual biasanya tidak diproduksi lagi. Hal itu untuk menjaga eksklusivitas produk agar tetap digemari oleh pembeli. Produk-produk clothing merek lokal baik streetwear atau artwear dengan desain-desain yang kreatif dan unik serta bersifat stylish dan casual membuatnya nyaman serta sesuai dipakai dalam situasi santai. Itulah kenapa clothing merek lokal erat kaitannya dengan street fashion.

 

Minimnya kreasi desainer Indonesia yang masuk ke pasar ritel dalam negeri ini tentu memprihatinkan. Hanya saja hal ini lantas membuat pertanyaan lain. Apakah ini semua karena konsumen yang masih branded oriented, dalam artian mereka hanya ingin membeli karya-karya busana dari desainer luar negeri? Jika benar demikian, lantas apa yang jadi kendala, sehingga sampai saat ini ritel Indonesia masih didominasi produk busana internasional? Ternyata titik pokok masalah dari desainer yang akhirnya membuat retailer enggan untuk membantu memasarkan produk mereka adalah, belum terpenuhi beberapa syarat dan standar yang diinginkan oleh retailer.

 

Dilansir dari cnnindonesia.com, terkadang favorit item desainer dengan konsumen sangat berbeda. Dalam dunia bisnis, terkadang “idealisme” desainer dan keinginan konsumen berada di dua kutub yang berbeda. Desainer juga harus lebih paham soal target konsumen, keinginan konsumen namun juga harus bisa mempertahankan ciri khasnya. Mereka harus tau, item mana yang banyak dicari pelanggan dan mana yang tak laris.

 

Mereka umumnya menitipkan produknya di toko-toko distro atau menjualnya sendiri secara independen. Cara menjual clothing merek lokal secara idependen yaitu diawali dengan menawarkan produk kepada teman-teman sendiri, membuat atau bergabung dengan komunitas tertentu, membuat dan menyebarkan media promosi seperti brosur/flyer, mempromosikan label pakaian secara online lewat website atau media sosial, mengikuti event-event clothing atau bazaar hingga mensponsori (endorse) event-event musik atau grup band.

 

Untuk menarik minat pembeli, clothing merek lokal perlu melakukan banyak inovasi melalui desain-desain pakaian dan produk yang cenderung bergaya do it yourself (DIY), unik dan fresh. Desain-desain kaos yang disukai dan sesuai dengan selera anak muda seperti penggunaan gambar atau desain ilustrasi yang kreatif atau desain komposisi huruf (tipografi) yang keren. Style desain yang digunakan bisa bersifat simple, minimalis, elegan atau dengan desain yang rumit. Yang menarik, antara clothing dan distro merek lokal satu dengan yang lain saling berinteraksi dan mempunyai suatu komunitas tersendiri. Mereka, terutama clothing atau distro merek lokal yang memerlukan promosi, bergabung dan mengikuti event-event bazaar clothing tersebut, konsumen bisa membeli produk-produk fashion terbaru dengan potongan harga, diskon spesial kupon promo atau voucher produk dengan harga murah.

 

Pasar atau segmen anak muda memang sangat menggiurkan. Anak-anak muda membutuhkan ruang atau media untuk mengekspresikan dirinya. Dan fashion yang berkaitan erat dengan lifestyle merupakan media yang sangat digemari oleh anak-anak muda bisa memperlihatkan gaya berbusana sesuai kepribadiannya agar bisa tampil beda, terlihat kekinian, fashionable dan trendy.

 

(RY/PD)

 

PESTADISKON, JAKARTA - Distro dan Clothing sudah menjadi style generasi anak muda masa kini. simak ulasan distro dan cloting di Indonesia


Related Articles

Partners